Yogyakarta – Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma (USD) sukses menggelar Economic Festival 2025 atau yang dikenal dengan Ecofest. Acara yang bertempat di Lapangan Realino, Kampus II USD pada Sabtu, 29 November 2025 ini berhasil menarik perhatian penonton dari berbagai kalangan. Ketua Ecofest, Nael Fredy Jasico, mengungkapkan bahwa Ecofest diselenggarakan untuk menuangkan hiburan bagi mahasiswa-mahasiswi sekaligus memadukan kreativitas, konser musik, dan kewirausahaan dalam satu pengguna aktif.

“Jadi event Ecofest sebenernya layaknya konser biasa, cuman yang menjadi ibaratnya pengangkat di kami itu kami ingin mengangkat kewirausahaan. Kita kan basic-nya Fakultas Ekonomi (FE), tidak ada proker buat menuangkan ide-ide bisnis atau program kerja praktik bisnis. Artinya kami mahasiswa Prodi Ekonomi membuka, silakan bagi yang mau mengisi tenant kita. Kurang lebih kita memadukan kreativitas, konser musik, dan kewirausahaan dalam satu pengguna aktif,” tutur Nael Fredy Jasico.
Ecofest 2025 turut menghadirkan line up artis dan band papan atas yang memukau penonton. Pertunjukkan dimeriahkan secara berturut-turut oleh Fstvlst, Diskoria, The Jeblogs, Ayura Yosih, dan Raw Theory. Acara yang terbuka untuk umum ini dapat diakses dengan membeli tiket masuk sebesar Rp65.000,00–110.000,00 per orang dengan beberapa kategori tiket.
Acara ini dimulai dengan open gate pukul 15.00–16.00 WIB yang dibuka oleh MC, dilanjutkan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, Hymne “Sanata Dharma”, penampilan dance by Kotakafe, Band Ecoverse dan sambutan oleh Dekan Fakultas Ekonomi USD, Dr. Lukas Purwoto, M.Si.

“Pada sore hari ini kita bersama-sama hadir di Ecofest, yang dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi. Kami sangat mengapresiasi acara ini, saya mewakili dosen dan segenap civitas Prodi Ekonomi. Terima kasih kepada semua divisi, outlet, dan para penonton yang sudah hadir. Selamat bernyanyi bersama-sama dan bersenang-senang,” tutur Pak Lukas.
Baca Juga: Pagelaran Tutu Club: Hadirkan Pesona Arendelle
Keberhasilan penyelenggaraan Ecofest 2025 didukung oleh kontribusi sejumlah sponsor dan mitra ternama, salah satunya Erigo sebagai sponsor utama. Sementara itu, mitra media yang turut mendukung acara ini meliputi Musik Jogja, Kontari, Kawal Events, Jurnal Konser dan dimeriahkan oleh berbagai tenant makanan dan minuman, seperti Burger Bangor, Twins Mango, Mamamatcha, dan lain sebagainya.
Antusiasme penonton semakin membara terutama saat Ayura Yosih, Diskoria, The Jeblogs, Raw Theory, dan Fstvlst tampil dengan penampilan spesialnya. Sorak-sorai penonton memenuhi Lapangan Realino, seiring irama musik yang dimainkan. Suasana semakin hidup ketika para penonton sing along dan bernostalgia yang menandakan bahwa mereka tidak hanya hadir sebagai saksi, tetapi juga sepenuhnya menikmati dan menjadi bagian dari kemeriahan Economic Festival 2025.
“Paling ditunggu-tunggu band dari Fstvlst, aku paling suka sama band ini dan tadi seru banget. Terus buat penampilan keseluruhan malem ini sih 10/10 karena seru banget,” tutur Naila.
Momen paling menarik dan tidak terduga datang dari penampilan The Jeblogs, saat semua penonton diminta untuk menunduk sebagai bentuk rasa turut berdukacita kepada para korban kerusakan alam di Sumatra. Aksi ini mendapatkan apresiasi dari penonton karena dinilai penuh makna dan menyentuh hati, mengajak semua penonton untuk merenung dan ikut merasakan kepedulian terhadap lingkungan.
“Jujur dari tanggapan aku seneng banget karena berita kerusakan alam di Sumatra ini jarang terdengar. The Jeblogs tadi juga mengajak kita untuk turut bersimpati dengan kejadian yang menimpa korban,” tutur Resta.
Event Ecofest pada malam ini berakhir pukul 22.00 WIB ditutup dengan penampilan spesial dari Diskoria yang memberikan kesan tersendiri di hati para penonton karena lagu-lagu yang dipersembahkan sesuai dengan realita dan lika-liku yang terjadi dalam kehidupan percintaan, pertemanan, atau ketika berada di titik terendah dalam hidup.
“Bagiku band yang berkesan itu Diskoria karena band yang aku suka dan udah aku tunggu-tunggu banget dan ternyata sesuai dengan ekspektasiku,” tutur Devita.
Editor: Olivya Permata Agustina
Redaktur: Aurelia Keyodia Minangkani R.P.
